
Meminta program MBG (Makan Bergizi Gratis) dihentikan bukan sekadar mengusulkan penghentian sebuah program pemerintah. Bagi banyak orang, itu juga berarti meminta seorang pemimpin untuk mengingkari janji yang pernah ia sampaikan kepada rakyat saat kampanye.
Janji politik bukan hanya rangkaian kata yang diucapkan di atas panggung. Di baliknya ada harapan yang dititipkan oleh jutaan masyarakat. Ada orang tua yang berharap anaknya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Ada keluarga yang berharap beban pengeluaran mereka sedikit berkurang. Ada masa depan anak-anak Indonesia yang dipertaruhkan melalui kualitas kesehatan dan pendidikan mereka.
Tentu setiap program publik boleh dikritik, dievaluasi, dan diperbaiki. Kritik adalah bagian penting dari demokrasi. Namun, jika yang diminta adalah penghentian total tanpa memberikan jalan keluar yang lebih baik, maka pertanyaannya menjadi sederhana: bagaimana nasib harapan yang telah diberikan kepada masyarakat?
Presiden Prabowo memperoleh mandat rakyat dengan membawa berbagai janji, dan MBG adalah salah satu yang paling dikenal. Menjalankan janji tersebut bukan hanya soal memenuhi komitmen politik, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik. Sebab kepercayaan adalah fondasi hubungan antara pemimpin dan rakyatnya.
Karena itu, yang lebih bijak bukanlah meminta program ini dihentikan begitu saja, melainkan memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Janji kepada rakyat tidak seharusnya dihapus, tetapi diwujudkan sebaik mungkin demi masa depan generasi Indonesia.
Komentar
Posting Komentar